Derek Liar

Pernahkah anda MENGALAMI mobil mogok ?.

Cukup merepotkan ya. terutama jika anda tidak mengetahui cara memperbaikinya, tentu anda akan membutuhkan derek. dan anda terjebak pada derek liar.

Pada pasal 62 Perda No 5 tahun 2014 tentang Transportasi,  tentang kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan teknis yang mengganggu kelancaran lalu lintas dapat dilakukan pemindahan kendaraan dengan cara menderek kendaraan ke bengkel terdekat dan /atau ke tempat penyimpanan kendaraan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Penderekan kendaraan bermotor dilakukan oleh Dinas dan/atau prakarsa pengemudi, pemilik atau penanggung jawab kendaraan bermotor.yang dikenakan biaya  penderekan dan penyimpanan kendaraan bermotor dikenakan restribusi penderekan dan penyimpanan.

Pada Pasal 65 di Perda tersebut menjelaskan bahwa penderekan kendaraan bermotor (ranmor) dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah atau Badan Usaha. Penderekan yg dilakukan oleh Badan Usaha, wajib memiliki izin usaha penderekan dari Kepala Dinas Perhubungan dan Transpotasi. Izin usaha harus memenuhi persyaratan administrasi , teknis, dan berlaku untuk jangka waktu 5 tahun. Izin itu dapat diperpanjang.

Besarnya retribusi penderekan diatur dalam Perda No 1 tahun 2015 tentang Restribusi. Di sisi lain, penderekan atas permintaan pemilik kendaraan.

Besarnya retribusi penderekan mencakup;

1. Mobil penumpang (sedan, jeep,station wagon dan sejenisnya), mobil bus kecil (mikrolet,APK, dan sejenisnya).

a.Sampai dgn 10 km : Rp 20.000 /ranmor.
b. Jarak 10 sd 20 km : Rp 35.000 /ranmor.
c.Untuk pemakaian lebih dari 20 km dikenakan tambahan setiap 5 km berikutnya sebesar Rp 10.000/ranmor.

2.Mobil bus (bus mikro, bus besar, bus tingkat, bus tempel), dan mobil barang (truk, kereta penarik, tempelan/gandengan, kereta tempelan, kereta gandengan, dan ransus).
a.Sampai dgn 10 km : Rp 45.000/ranmor.
b.10 km sd 20 km : Rp 80.000/ranmor.
c.Untuk pemakaian lebih dari 20 km dikenakan tambahan 5 km berikutnya Rp 20.000/ ranmor.

Biaya itu bukan untuk derek jenis gendong.

Praktik derek liar sudah berjalan relatif cukup lama, dan dalam praktoknya sering sewenang- wenang, baik cara-cara penderekannya maupun dalam menentukan jasa upah. “Sehingga sering menimbulkan kesalah pahahaman, gesekan, cekcok mulut. Bahkan bisa terjadi perkelahian,” ujar Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi masyarakat yang saat perjalanan mengalami mogok, waspadalah. Apabila ada indikasi atau tindakan dari petugas derek yang kurang pantas, segera melaporkan kepada petugas Kepolisian.Dia menegaskan, praktik derek liar sering meresahkan dan merugikan masyarakat.

Pemaksaan oleh derek-derek liar dan dalam menentukan jasa upah dengan cara memaksa dan intimidasi merupakan tindak pidana. Karena itu, dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Praktik – praktik derek liar yang sering terjadi adalah di sekitar Halim, Cawang, dan Dan Mogot.  maka waspadalah.

Tulisan ini dipublikasikan di jasa kirim mobil dan tag . Tandai permalink.